About Us

Keluarga Takaliuang

Pondsius Takaliuang, suku Sangir,  diselamatkan Tuhan dari latar belakang hidup yang gelap. Beliau dibesarkan dalam keluarga dengan tradisi Kristen, namun keluarga yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Ayahnya adalah majelis gereja, namun juga melakukan praktek okultisme dalam bentuk jimat, mantera dan sejenisnya. Namun Tuhan memanggilnya ketika ia sedang kuliah di Akademi Maritim Jakarta. Akhirnya papi meninggalkan kuliah maritim dan masuk sekolah Alkitab di Batu, Institut Injil Indonesia. Setamatnya dari I-3 (1976) beliau melayani di YPPII Batu hingga saat ini.

Pondsius & Susana Takaliuang

Susana Y. Radja Udju, suku Sabu-NTT, dibesarkan dalam keluarga Kristen. Ayahnya seorang sopir truk lintas kota di Pulau Flores, sedangkan ibunya seorang yang setia melayani sebagai guru Sekolah Minggu dan majelis di GMIT Syalom, Ende. Sejak kecil oma selalu menampung hamba-hamba Tuhan yang datang melayani ke Ende. Pada tahun 1969, tim pelayanan  dari Institut Injil Indonesia mengadakan pelayanan di Ende. Di situlah beliau mengambil keputusan untuk bertobat dan memutuskan untuk menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu. Tantangan untuk sekolah Alkitab tidaklah mudah, tetapi akhirnya mami tiba di Batu dan menyelesaikan pendidikan teologia di Institut Injil Indonesia,  Batu.

Tuhan mempertemukan orang tua kami di Institut Injil Indonesia pada saat mereka menjadi mahasiswa. Atas kehendak Tuhan, mereka menikah pada bulan Juli 1976. Setahun kemudian anak pertama lahir di Malang, ‘Selumiel’; kemudian anak kedua lahir di Batu, ‘Phebe’. Pada tahun 1981 kami sekeluarga berangkat ke Launceston, Tasmania, Australia dan papi menyelesaikan program M.Div. di sana. Anak ketiga lahir di Queen Victoria Hospital, Launceston, ia diberi nama ‘Victor Miracle’. Tahun 1982 kami kembali ke Indonesia dan orang tua kami melanjutkan pelayanannya di Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu hingga saat ini.

Keluarga Takaliuang

Kami menyelesaikan TK-SMP di SDK Sang Timur & SMPK Widyatama. Kemudian kami semua melanjutkan di SMU Dempo, Malang. Setelah menyelesaikan kuliah, Tuhan mempertemukan Selumiel dengan Sylvia Irani, putri Lumajang dan Victor dengan Novi Tambayong, putri Minahasa. Saat ini kami dan kedua orang tua kami tinggal di di Kota Wisata Batu, Jawa Timur; Phebe di USA; Victor & Novi tinggal di Australia.

Selumiel Takaliuang

mami_phebe_semmy

Nama saya ‘Selumiel Takaliuang’ dan biasa dipanggil  ‘Semmy’. Nama ‘Selumiel’ jarang terdengar, karena berasal dari bahasa Ibrani (Bilangan 1:6). Ketika mendengar nama ‘semmy’, banyak orang mengira nama asli saya adalah ‘Samuel’, tetapi sebenarnya dari nama ‘Selumiel’. Pemilik nama aslinya adalah seorang pemimpin bani Simeon di antara kedua belas suku Israel. Sejauh ini di Indonesia saya belum pernah bertemu seorang dengan nama yang sama dengan saya, cukup unik.

Sedikit melihat ke akar kata; nama ‘Selumiel’ tersusun dari kata ‘shelum’ turunan dari kata  ‘shalom’ dan ‘El’ yang berarti ‘Allah’, kemudian ditambah ‘i’ yang bermakna ‘-ku’. Maka ‘selumiel’ berarti ‘Allah damaiku/sejahteraku’.

 

Sylvia Irani

Sylvia Irani, asalnya dari Lumajang, Jawa Timur. Pertama kali saya melihatnya ketika ia sedang bernyanyi bersama paduan suara Gita Getsemani di acara Kantata Natal di Stadion Gajayana Malang pada bulan Desember 1999.  Suara dan penghayatannya terhadap lagu yang dinyanyikan sangat menyentuh hati dan tentu telinga saya. Tetapi ‘pertemuan’ itu hanya sampai di situ saja, karena saya duduk di antara penonton dan dia berada jauh di atas panggung pentas. Namun Tuhan mempertemukan kami sewaktu saya melayani sebagai pianist di GKI Bromo Malang pada akhir Mei 2003.

 

 

 

Pada Agustus 2003 kami  resmi berpacaran dan bulan Maret 2004 kami bertunangan. Kemudian kami menikah di Kota Batu pada 11 September 2004.

Tunangan 1 Mei 2004

Menikah 11 September 2004

 

Musik

Home StudioSaya dilahirkan dari keluarga yang berdarah seni, secara khusus seni musik. Papi adalah pemain gitar, dapat bermain piano dan akordion, dan suka menciptakan lagu. Mami tidak bisa main musik, tapi adik-adik laki-lakinya bisa bermain gitar. Saya belajar musik sejak kelas 3 SD dan dimulai dengan gitar. Kemudian kelas 5 SD saya kursus piano kurang lebih 3-4 bulan, tapi karena bosan saya berhenti (lebih suka main kelereng). Kelas 6 SD saya sudah mengiringi sekolah minggu dengan gitar kecil saya. Pada waktu SMP saya mulai belajar drum (otodidak) dan sampai kelas III SMU saya lebih banyak main drum, bahkan waktu kuliah masih juga senang main drum. Pemain drum kesukaan saya adalah Dave Weckl. Saya mengkoleksi album-album dan videonya. Kelas I SMU, saya mulai tertarik main keyboard lagi, sehingga sejak itu saya mulai main keyboard. Saya tidak pernah kursus atau belajar musik secara formal, tapi sudah ada dasar dari les dulu, kemudian saya kembangkan sendiri. Caranya dengan mendengarkan segala macam musik, membaca buku tentang teori musik dan belajar kepada yang ahli.

Kegemaran Sylvia adalah memuji Tuhan lewat suaranya dan mengarang lagu. Talenta ini  kami persembahkan untuk memuliakan Tuhan Yesus dalam kehidupan dan pelayanan kami. Ada beberapa lagu yang Tuhan berikan buat kami dan sempat kami rekam di rumah.

Profile

Nama: Selumiel Takaliuang
Panggilan: Semmy
Tempat, tanggal lahir: Malang, 25 Juni 1977
Pendidikan Terakhir: Sarjana Komputer (STIKI Malang) & M. Th. (Institut Injil Indonesia)
Hobi: Musik, Sport, Traveling
Gereja: Gereja Misi Injili Indonesia, jemaat Tesalonika, Batu

Nama: Sylvia Irani
Panggilan: Sylvia
Tempat, tanggal lahir: Lumajang, 09 Maret 1975
Pendidikan: Sarjana Ekonomi (Universitas Gajayana Malang) & M.Th. (Institut Injil Indonesia)
Hobi: Menyanyi, Sport, Traveling
Gereja: Gereja Kristen Indonesia, jemaat Bromo, Malang

 

Comments are closed