Hasil Lab Sebelum & Sesudah Olah RPM

Saya menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan Olah RPM (Olah Raga, Olah Pikiran & Olah Mulut). Program ini saya terapkan sejak pertengahan bulan Mei 2014 dengan hasil:

  • Tubuh selalu bugar
  • Tidak pernah  flu, batuk pilek & demam
  • Berat badan turun dari 106 ke 78 kg (turun 28 kg)
  • Lingkar perut turun dari 106 cm ke 88 cm
  • BMI turun dari 33.8 ke 25
  • Tekanan darah turun dari kisaran 140-150 menjadi di kisaran 120-130
  • Stamina dan fitness level meningkat dengan tajam

Namun saya merasa hasil di atas akan lebih lengkap jika disertai dengan hasil cek di laboratorium. Maka saya memutuskan untuk melakukan cek ulang pada bulan April 2015 lalu. Sebelum lebih jauh, ada kisah menarik sewaktu memeriksakan diri di sebuah toko obat di kota saya. Sekitar bulan Agustus 2014, saya iseng saja untuk periksa asam urat dan trigliserida di salah satu toko obat di kota saya dan mereka menggunakan alat ukur yang digital. Hasilnya sungguh ‘fantastis’ seperti berikut ini:

Hasil Cek Toko Obat

Tigliserida saya menunjukkan nilai 306 (super tinggi) dan asam urat saya 12.5. Saya benar-benar shock waktu itu, karena saya telah menerapkan pola hidup sehat sejak Mei, bagaimana bisa hasilnya seperti ini? Setelah melihat hasilnya, petugasnya menawarkan untuk membeli obat penurun kadar trigliserida dan asam urat. Saya sempat ‘curiga’ apakah alatnya yang salah dan ingin promosi obat ke saya. Tetapi ternyata pengukuran tidak akurat karena beberapa jam sebelumnya saya baru berolahraga keras (lari sekian km). Ini membuat hasil pengukuran tidak akurat. Setelah melakukan cek di toko obat dengan hasil yang mengejutkan, saya berpikir adalah lebih baik jika saya tetap tenang dan pada saatnya melakukan cek ulang di laboratorium.

Perbandingan Hasil Laboratorium

Biasanya setiap bulan April dan Agustus ada promosi cek lab lengkap di Laboratorium Bromo, Malang. Hanya dengan Rp 310.000 kita bisa cek darah lengkap, gula, urine, lemak, ginjal, hati, paru-paru dan jantung. Pada bulan yang sama di tahun 2015, Lab. Bromo memberikan promosi lagi dan saya pun memanfaatkan promosi ini untuk melakukan perbandingan hasil lab dengan tahun 2014.

Mengapa saya memilih cek ulang di Lab Bromo? Selain karena harga promo, yang menjadi alasan utama ialah hasilnya akan lebih fair jika dilakukan di laboratorium yang sama, dengan asumsi pemeriksaan menggunakan peralatan yang sama.

Hasil Lab April 2014

Pemeriksaan tahun lalu  saya lakukan pada 11 April 2014 dan BMI saya dalam dalam kategori obesitas karena berat badan saya 106 kg. Hal ini karena pola hidup tidak sehat yang sudah saya mulai sejak tamat SMA. Kurang lebih 19 tahun saya hidup tidak teratur dan tidak sehat dan hasil labnya adalah sebagai berikut:

Hasil Cek Lab 2014 Darah & Urine

Hasil cek darah lengkap dan urine relatif dalam taraf normal, hanya MCH dan MCHC sedikit di bawah normal.

Hasil Cek Gula, Lemak, Ginjal & Hati

Hasil pada lembaran kedua menunjukan profil lipid yang telah melewati batas normal dan asam urat yang mendekati ambang batas normal (7.0). Demikian pula dengan nilai SGPT yang telah melewati batas normal, yaitu 63. Yang paling membuat saya was-was ialah:

  • Kolestrol total 211, melewati batas normal 200
  • Trigliserida 267, melewati batas normal 200
  • HDL 20,9, kurang dari batas normal 50
  • LDL 136, 7, melewati bats normal 130
  • Ukuran lingkar perut makin membesar dan membuat baju dan celana menjadi sesak

Profil lipid saya menunjukan nilai yang tidak baik, karena melewati batas normal.

Sebenarnya setelah cek lab ini, belum ada pemikiran untuk mengubah pola hidup. Tetapi setelah membaca satu bagian dari Alkitab, saya berubah dan mulai bersemangat untuk mengubah diri.

Hasil Lab April 2015

Akhirnya pada bulan April, tiba waktu saya untuk melakukan cek lab ulang. Sehari sebelum cek, saya puasa 10-12 jam dan sekitar jam 20.00, saya telah selesai makan malam kemudian minum susu low fat sekitar jam 21.00. Keesokan harinya saya berangkat ke lab dan cek lab sekitar pukul 08.15 pagi, dilanjutkan cek kedua sekitar pukul 10.30. Setelah ambil darah pertama,  saya segera makan bubur ayam dan minum susu low fat. Dua hari berikutnya hasil lab keluar sebagai berikut:

Cek darah dan urine pada April 2015

Hasil Cek Gula, Lemak, Ginjal dan Hati pada April 2015

Perbandingan Hasil Lab

Untuk memudahkan perbandingan, saya pilih beberapa item yang memiliki perubahan yang signifikan sebagai berikut:

Hemoglobin

Kadar HB saya menurun dari 15.4 menjadi 12.8 dan berada di bawah nilai normal. Kira-kira seminggu sebelum cek lab, saya melakukan donor darah rutin pada 27 Maret 2014 (2 minggu sebelumnya) dan pada waktu itu HB saya 13.8.

Update: Pada 10 Juli 2015 saya melakukan donor darah rutin, pemeriksaan HB menunjukan nilai 13.9 (kembali normal) dan tekanan darah yang dulunya (sebelum hidup sehat) berada di kisaran 140an, terkadang menyentuh 150an, sekarang menjadi normal di 126/76.

HB dan Tekanan Darah menjadi normal

Glukosa

Glukosa puasa saya mengalami kenaikan sebesar 15 point, dari 82 ke 97. Sedangkan setelah 2 jam makan, hanya mengalami kenaikan 2 point, dari 97 ke 99. Namun jika dibandingkan dengan glukosa pada April 2014, penurunannya sangat signifikan, yaitu -40. Saya sempat bertanya kepada seorang dokter bagian lab, beliau mengatakan bahwa itu pertanda insulin yang dihasilkan makanan cepat terserap oleh tubuh. Beberapa bulan lagi saya akan coba cek ulang untuk glukosa.

Lemak

Ada penurunan yang cukup signifikan pada kolestrol total, yaitu 211 ke 131. Untuk HDL Kolestrol ada peningkatan, namun hanya bertambah 1.7. Dari beberapa artikel yang saya baca, untuk menambah kadar HDL, harus lebih banyak berolah raga, namun penambahan HDL saya hanya sedikit, menurut beberapa artikel yang saya baca, bisa karena faktor genetik sehingga HDL sulit naik. Namun LDL saya turun cukup banyak, dari 136.7 menuju ke 100, sekitar -36.7 point.

Trigliserida

Hasil dari pengukuran trigliserida saya menunjukkan penurunan yang cukup banyak, sebanyak -226 point, yaitu dari 267 ke 42. Trigliserida adalah lemak dalam darah. Wikipedia mendefinisikan sebagai berikut;

A triglyceride (TG, triacylglycerol, TAG, or triacylglyceride) is an ester derived from glycerol and three fatty acids.  As a blood lipid, it helps enable the bidirectional transference of adipose fat and blood glucose from the liver.[1]

Perubahan pola dan gaya hidup saya berdampak signifikan terhadap penurunan trigliserida. Berikut kutipan jawaban dari Dr. Irsyal Rusad., Sp PD., MH terhadap salah satu penanya:

Bila kadar trigliserida lebih dari 500 mg/ dl, kadar trigliserida itu memang harus segera diturunkan. Tingginya trigliserida mempunyai risiko yang dikenal dengan pankreatitis. Risiko ini berbahaya sekali. Tetapi bila kadar trigliserida bapak lebih besar dari 200 mg, sebaiknya yang dapat  dilakukan adalah mengubah gaya hidup, pola makan, dan mengobati penyebab sekunder yang sering menyertainya, seperti hipertensi, diabetes, hipotiroid, kegemukan.

Perubahan gaya bidup merupakan cara penangan paling penting untuk menurunkan kadar trigliserida darah. Gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk menurunkan trigliserida adalah, penurunan berat badan, olahraga secara teratur. Olahraga selama 30-40 menit sebaiknya dilakukan setiap hari dapat meningkatkan HDL, kolesterol baik, dan sekaligus menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida yang cukup tinggi itu.[2]

Penurunan yang cukup banyak saya yakini karena saya sering berolahraga (khususnya lari) dan mengurangi makanan berlemak dan gula.

Urid Acid

Kadar asam urat saya juga mengalami penurunan dari 6.81 turun ke 6.11. Saya cukup lega karena saya sangat hobi makan kacang-kacangan dan dari keturunan, ada turunan asam urat.

SGPT

Ketika masih kuliah, saya sempat ketakutan karena kadar SGPT dan SGOT  saya nilainya sempat di atas 100. Biasanya hal ini menunjukan ada fungsi yang tidak normal dari hati. Tetapi saya sungguh bersyukur nilai SGOT dan SGPT sekarang normal. Istri saya sempat mengatakan kalau SGPT dan SGOT saya naik, maka saya harus mengurangi kegiatan olahraga yang berat, seperti hiking.

Jantung & Paru-Paru

Pemeriksaan jantung dan paru-paru juga menunjukan hasil yang melegakan, semua normal. Bahkan denyut jantung saya pada 2014 ada di kisaran 80-an, sekarang di kisaran 70-an.

Cek Jantung April 2014

Cek Jantung 2015

 

Menurut beberapa artikel yang saya baca, Jika ada di kisaran 60-70 an untuk seumuran saya, itu menunjukan kinerja jantung yang baik.

Your resting heart rate is the heart pumping the lowest amount of blood you need because you’re not exercising. If you’re sitting or lying and you’re calm, relaxed and aren’t ill, your heart rate is normally between 60 (beats per minute) and 100 (beats per minute), Stein said.

But a heart rate lower than 60 doesn’t usually signal a medical problem. It could be the result of taking a drug such as a beta blocker. A lower heart rate is also common for people who get a lot of physical activity or are very athletic, Stein said. Active people often have lower heart rates because their heart muscle is in better condition and doesn’t need to work as hard to maintain a steady beat.

“Moderate physical activity doesn’t usually change the resting pulse much,” Stein said. “If you’re very fit, it could change to 40. A less active person might have a heart rate between 60 and 100,” he added. That’s because the heart muscle has to work harder to maintain bodily functions, making it higher. [3]

Bagaimana dengan paru-paru saya? Saya bersyukur karena selama hidup saya, saya tidak pernah merokok. Pada tahun 2006, ada flek kecil di paru-paru saya, namun syukur hasil rontgen 2014 dan 2015 menunjukkan bahwa paru-paru saya normal.

Cek Paru-paru 2014

Hasil Cek Paru-paru 2015

 

Saran & Kesimpulan

Lewat perbandingan kondisi tubuh dan hasil cek laboratorium, saya simpulkan bahwa lewat program Olah Raga, Olah Pikiran dan Olah Mulut (Olah RPM) berhasil menurunkan kadar lemak saya secara signifikan diikuti dengan menurunnya beberapa item lab yang lain. Hal ini membuat saya terus bersemangat untuk mempertahankan pola hidup sehat sampai akhir hayat.

Beberapa saran jika Anda benar-benar serius dengan kesehatan Anda:

  1. Jika lingkaran perut Anda melebihi 90 cm (pria), apalagi sudah di atas 100,  dan lebih dari 80 cm (perempuan) disertai tubuh tidak fit, sebaiknya memeriksakan diri ke laboratorium dan konsultasikan hasilnya dengan dokter Anda. Hasilnya akan menjadi pedoman Anda untuk mulai hidup sehat.
  2. Jangan memeriksakan diri sehabis berolahraga keras atau hanya melakukan pemeriksaan di toko-toko obat.
  3. Pilih laboratorium yang baik dan periksakan pada tempat yang sama untuk mendapatkan hasil yang fair, paling cepat 6 bulan atau 1 tahun seperti pengalaman saya.

Saya bukan ahli medis atau ahli gizi, maka saran-saran saya tidak dapat menggantikan saran dokter. Hasil lab saya tidak akan selalu sama persis dengan apa yang dapat Anda alami, meskipun Anda melakukan pola hidup sehat seperti saya.

Demikian pengalaman saya, terima kasih sudah membaca, semoga terinspirasi untuk menerapkan pola hidup sehat yang saya namakan Olah RPM. Jangan lupa bandingkan dengan hasil cek komposisi tubuh saya menggunakan body analyzer TAnita SC 330.

Referensi:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Triglyceride
  2. http://health.kompas.com/read/2013/10/06/1053107/Bagaimana.Turunkan.Trigliserida.yang.Tinggi.
  3. http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/More/MyHeartandStrokeNews/All-About-Heart-Rate-Pulse_UCM_438850_Article.jsp

 

Semmy

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

One Comment:

  1. Pingback: Hasil Pengukuran Komposisi Tubuh dengan Tanita SC-330 - TAKALIUANG.info

Komentar: