Nama Yesus Yang Berkuasa (Renungan #6-2016)

Semasa saya kecil, seorang ibu bekerja membantu di rumah. Cukup lama beliau bersama kami dan kami biasa memanggilnya ‘Ibu Tun’. Ia sangat sabar, tidak pernah marah dan sangat sayang khususnya kepada kami bertiga, saya dan kedua adik saya.
Salah satu kegemaran saya pada masa kecil adalah main bola. Hampir tiap sore saya bermain bola bersama dengan kawan-kawan saya di kompleks perumahan kami. Biasanya jam 3an sore kami sudah berkumpul dan mulai main bola hingga jam 5.30 sore, bahkan karena asyik kami sering bermain sampai hari gelap. Karena belum pulang,  Ibu Tun sering ditugaskan oleh papi saya untuk memanggil saya pulang, karena hari sudah mulai gelap.

Sepak Bola Masa Kecil

Hobi sejak kecil, yang mana saya? (foto: Ellroy Ngelyaratan)

Tetapi karena asik main bola, seringkali saya sengaja tidak mau mendengar kalau beliau memanggil saya pulang. Juga orangnya yang sangat sabar, maka saya pun tidak ‘takut’. Seringkali ia kembali ke rumah tanpa hasil. Ibu Tun pun mengeluh sama orang tua saya karena tidak berhasil menyuruh saya pulang. Lalu papi berkata kepada Ibu Tun, jika memanggil Semmy, harus katakan begini: “Semmy, papi suruh pulang sekarang!” Ia pun coba kembali memanggil saya dengan memakai kata ‘papi’. Ketika saya mendengar bahwa yang menyuruh pulang adalah papi, maka saya pun taat dan segera pulang. Kata ‘papi’ cukup sakti dan membuat saya mengikuti perintah papi lewat Ibu Tun. ‘Papi’ merujuk kepada orang tua saya, papi Pondsius, yang mana saya tidak berani melawan dan harus taat untuk pulang.

Nama dari Putra Tunggal Bapa di Sorga, ialah ‘Yesus’, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Mat. 1:21). Nama itu berkuasa, nama di atas segala nama. Paulus menegaskannya sebagai berikut:

supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi (Fil. 2:10)

Di dalam nama Yesus, kita menerima pengampunan dosa (Mat. 1:21), terjadi kesembuhan dan tanda mujizat (Kis. 3:16), doa-doa kita didengar dan dijawab oleh Bapa di Sorga (Yoh. 14:13-14). Juga di dalam nama Yesus, setan-setan pun harus taat. Ketika Paulus diganggu oleh hamba perempuan yang memiliki roh tenung, dengan tegas Paulus memerintahkan roh itu untuk meninggalkan hamba perempuan itu dalam nama Yesus Kristus. Mendengar perintah Paulus, setan pun harus taat dan segera keluar dari hamba perempuan itu:

…Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Seketika itu juga keluarlah roh itu. (Kis. 16:18)

Seperti kisah saya di atas, saya harus taat kepada perintah Ibu Tun yang menyuruh saya pulang menggunakan otoritas istilah ‘papi’, demikianlah di dalam nama ‘Yesus’, roh-roh jahat pun harus taat kepada perintah orang percaya yang hidup di dalam Yesus Kristus.

Jika Anda merasa setan mengganggu Anda, maka usirlah mereka dalam nama Yesus. Setan harus taat akan perintah yang orang percaya ucapkan dalam iman, tanpa keraguan, dalam kuasa Roh Kudus dan otoritas nama Yesus. Ketika Anda merasa lemah, tekanan hidup terasa menekan kuat, bergumul dengan sakit penyakit, berjuang melawan godaan dosa, maka berserulah dalam nama Yesus, nama itu berkuasa dan akan menolongmu. Berdoalah demikian:

Ya Bapa, aku bersyukur atas keadaanku saat ini. Saat ini aku mengalami kesulitan-kesulitan dalam hidupku (sebutkan secara detail kepada Bapa). Tapi aku percaya bahwa dalam nama Yesus aku akan menjadi kuat oleh karena nama itu berkuasa. Oleh karena itu aku katakan kepada engkau setan-setan/sakit penyakit atau apa pun…Pergi dalam nama Yesus/Sembuh dalam nama Yesus/Kuat dalam nama Yesus…! Terima kasih Bapa, aku terima pertolongan-Mu tepat pada waktunya, karena aku percaya di dalam nama Yesus, amin!

Kita tidak akan pernah bisa menang atas pencobaan dan kesulitan hidup lewat kekuatan kita, itu sama dengan Ibu Tun memanggil saya tanpa kata ‘papi’. Saya akan taat waktu ada kata ‘papi’, sama dengan nama Yesus, hanya dalam nama Yesus kita bisa menang, terbebas dari hal-hal yang membebani kita. Nama manusia tidak akan bisa menolong, karena tidak ada kuasa.

Selamat memasuki bulan November 2016 di dalam nama yang berkuasa, nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita!

Semmy

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

2 Comments:

  1. Gottlieb Aruan

    Salam Pak Semmy. DImana mencari buku Pak Pendeta Pondsius, “Antara kuasa terang dan kuasa gelap” di kota kami, Medan? Tks.

Komentar: