No No List (Renungan #7-2016)

Beberapa bulan lalu adik saya mengirim sebuah foto yang cukup menarik. Sebuah perusahaan bakery-cafe bernama Panera Bread membuat sebuah No Compromises (No No List) komitmen yang isinya seperti di gambar berikut ini:

No Compromises (Photo by Phebe)

Panera Bread Company berpusat di Missouri, Amerika. Mereka menjual aneka roti, sup, salad, pasta sejak tahun 1987. Yang membuat saya salut, di saat banyak gerai makanan menyajikan junk food dengan segala macam tawaran menariknya, perusahaan ini justru berkomitmen untuk bersikap NO COMPROMISE dengan semua bahan yang sifatnya buatan/tidak natural (artificial), seperti pengawet (preservatives), pewarna (colors), sweeteners (pemanis) dan flavors (pemberi rasa). Dari komitmen tersebut, munculah sebuah daftar yang diberi nama ‘No No List’. Isi listnya berupa semua kandungan zat yang dapat memberi efek negatif bagi konsumen karena merupakan artificial. Panera Bread memutuskan untuk menghilangkan semua bahan tersebut dari semua produk makanan mereka, khususnya di akhir 2016 ini.

No No List (Photo by Phebe)

Komitmen perusahan ini telah terbukti sebelumya dan mereka terus melanjutkannya di akhir 2016 ini. Tidaklah heran jika Panera Bread pernah meraih penghargaan dan review sebagai berikut:

  • In a 2008 Health magazine study, Panera Bread was judged North America’s healthiest fast casual restaurant.
  • In 2009 and 2012, the restaurant review service Zagat named Panera one of the most popular restaurants for eating on the go. Panera was also rated No. 1 for Best Healthy Option.
  • On November 5, 2015, Panera announced that it will use cage-free eggs in all of its stores by 2020.  At the time of the announcement, the company said it was 21 percent cage-free in the roughly 70 million eggs it used in 2015.

Komitmen dari Perusahaan Panera Bread patut diacungkan jempol, mereka tidak fokus kepada keuntungan semata-mata, tetapi kesehatan konsumen menjadi salah satu prioritas utama.

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menulis sebagai berikut:

Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. (2Kor. 7:1)

Situasi jemaat Korintus tidaklah mudah. Mereka diperhadapkan dengan pengaruh buruk dari luar dan terlebih lagi dari dalam jemaat sendiri. Dari dalam terjadi perpecahan (1Kor. 1:10), perselisihan golongan (1Kor. 3); kesombongan (1Kor. 4:18-19) dan hal-hal buruk lain yang mempengaruhi kehidupan jemaat (1Kor. 5:11). Dari luar berupa pengaruh hikmat dunia yang sangat kuat mencemari jemaat pada waktu itu (1Kor. 1:20-21). Namun dari hal-hal di atas, yang paling mendapat sorotan tajam dari Paulus adalah tentang percabulan (1Kor 5 dan 6).

Dari apa yang Paulus nyatakan dalam surat pertamanya, ia menegaskan kembali dalam konteks 2Kor. 6 dan 7, semua orang yang disebut dengan anak-anak Bapa, baik laki-laki maupun perempuan haruslah memisahkan diri dari apa yang najis, karena Allah Bapa pada hakekatnya adalah kudus (2Kor. 6:16-18). Janji menjadi anak Bapa merupakan dasar bagi kita untuk menyucikan diri dari semua yang mencemari kehidupan rohani dan jasmani kita (2Kor. 7:1).

Kita telah menjalani sepanjang tahun 2016 dan makin mendekati penghujung tahun ini. Saat-saat menjelang akhir tahun 2016 merupakan waktu terbaik untuk mengevaluasi diri. Pertanyaan utama yang perlu kita renungkan:

Hal-hal apakah yang telah mencemari kehidupan jasmani maupun rohani kita selama 2016 ini?

Sebagaimana Panera Bread telah berkomitmen untuk menghilangkan semua zat-zat berbahaya dalam produk makanannya di akhir 2016 ini, maka kita pun perlu melakukan hal yang sama. Semua hal yang mencemari kita secara rohani dan juga secara jasmani harus kita singkirkan/buang. Mungkin dosa, kebiasaan buruk, akar pahit, dendam, permasalahan dengan sesama yang tidak terselesaikan dan apa pun itu. Biarlah darah Yesus menyucikan semua yang cemar sehingga kita makin dikuduskan dalam hidup takut akan Allah serta hidup damai dengan sesama kita manusia.

Sebagai langkah konkritnya, kita bisa mengambil kertas dan pena, sisihkan waktu khusus dan lakukan yang berikut ini:

  1. Ingat-ingat dan tuliskan hal-hal berikut:
    1. Semua hal-hal negatif dan dosa yang seringkali menguasai kita dan membuat kita jauh dari Tuhan.
    2. Kebiasan buruk yang perlu kita perbaiki, baik yang mempengaruhi secara rohani maupun jasmani kita seperti pola hidup tidak sehat.
  2. Bawa daftar ini kepada Tuhan dalam doa dan permohonan ampun, agar kita dibersihkan dan dikuduskan-Nya. Doa mohon kepada Roh Kudus untuk memampukan kita hidup bebas dari hal-hal negatif  di atas.
  3. Buang/musnahkan daftar No No List tersebut sebagai langkah awal untuk mulai hidup yang bebas dari pencemaran jasmani rohani dan mengambil tekad untuk bersih dari semua hal yang mencemari kita.

Untuk point 1 mungkin Anda perlu sedikit menyisihkan waktu menjelang tutup tahun 2016. Point 2 dan 3 dapat kita lakukan pada hari terakhir tahun 2016 sembari kita bersyukur kepada Tuhan untuk seluruh penyertaan-Nya di 2016. Jika di rasa perlu kita dapat membuat daftar Yes Yes List yang berisi apa kerinduan dan tekad kita pada tahun 2017 untuk menjadi lebih baik dan makin berkenan kepada Bapa. Maka kiranya di 1 Januari 2017 kita akan awali dengan hati yang bersih dan komitmen yang baru untuk hidup bebas dari pencemaran jasamani rohani.

Doa:

Ya Bapa, terima kasih telah menjadikanku anak-anak-Mu. Aku menyadari bahwa ada hal-hal buruk, negatif dan berdosa yang harus kubuang agar hidupku berkenan kepada-Mu (sebutkan hal-hal tersebut). Biarlah darah Anak-Mu Yesus Kristus menyucikanku dari hal-hal yang mencemariku, karena aku mau selalu hidup kudus dalam takut akan Engkau ya Bapa. Ampuni dan kuduskan anak-Mu, aku terima dengan iman pengudusan dan siap untuk memasuki tahun 2017 bersama dengan Bapa yang kukasihi. Dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, anak-Mu bermohon, Amin.

Selamat mengakhiri 2016 dengan membuang semua No No List kita dan menyambut 2017 dengan hidup yang bebas dari pencemaran jasmani dan rohani. Tuhan Yesus menyertai kita semua, Imanuel!

==============

*https://en.wikipedia.org/wiki/Panera_Bread

Semmy

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

Komentar: