Perenungan Paskah

KUASA KEBANGKITAN YESUS
Nyawa-Nya: Menyerahkan dan mengambilnya kembali!

 

Seringkali kematian seseorang membuat kita bersedih, apalagi jika ia adalah orang yang dekat dengan kita, mengapa? Ada banyak alasan, tetapi di balik alasan-alasan tersebut ada satu kenyataan: Orang yang telah meninggal tidak dapat menghidupkan dirinya sendiri. Jika ia dapat, tentu kita tidak akan bersedih, toh ia akan hidup kembali. Ketika waktu kematian seseorang tiba, tidak ada yang bisa mengatakan ‘Saya tidak mau’ dan kemudian maut menunda waktunya, it is impposible. Kematian manusia tidak bisa ditolak karena kita pada hakekatnya adalah makhluk ciptaan, bukanlah Pencipta.

Orang yang telah meninggal tidak dapat menghidupkan dirinya sendiri

 

Dalam mengingat kematian Tuhan Yesus pada Jumat Agung, kita patut bertanya apakah kita memperingatinya dalam ratapan seperti orang dunia pada umumnya atau dalam iman dan pengharapan? Lukas menceritakan bahwa perempuan-perempuan meratapi Yesus ketika ia menuju Gologota. Apakah kita juga demikian?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita perhatikan kebenaran kekal berikut ini:

  1. Hanya Yesuslah Pribadi yang memberikan nyawa-Nya bagi kita domba-domba-Nya.
  2. Hanya Yesuslah Pribadi yang berkuasa memberikan nyawa-Nya atas kehendak-Nya sendiri dan berkuasa juga untuk mengambilnya kembali.

Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” (Yohanes 10:14-18)

Kebenaran pertama sudah sering kita dengar dan kita bersyukur untuk itu. Tetapi kebenaran pertama tidak dapat dilepaskan dari kebenaran kedua. Kematian Yesus tidak ditentukan oleh manusia, baik itu ahli taurat, orang farisi, orang Romawi, Pilatus dan lainnya. Begitu pula kebangkitan-Nya, tidak ada intervensi manusia sedikit pun. Tidak ada yang dapat menggagalkan kebangkitan Yesus. Jika saja perempuan-perempuan dan pengikut Yesus percaya kepada perkataan Yesus, mungkin mereka tidak akan meratapinya, karena mereka tahu bahwa Ia akan bangkit kembali dari kematian (Luk. 23:27).

Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali (Yesus Kristus)

 

Oleh karena itu ada empat respon yang perlu kita renungkan ulang dalam masa-masa ini:

  1. Hendaknya kita mempercayakan diri hanya kepada Pribadi yang rela memberikan nyawa-Nya kepada kita.
  2. Hendaknya kita mempercayakan diri kepada Pribadi yang berkuasa untuk memberikan dan mengambil kembali nyawa-Nya sendiri.
  3. Tidak perlu takut terhadap kematian, karena baik hidup dan mati kita ada di dalam kuasa Tuhan Yesus yang memegang nyawa kita.
  4. Tidak perlu bersedih yang berlebihan jika orang yang kita kasihi dengan kita meninggal dunia, karena jika ia termasuk golongan domba, nyawanya terpelihara di tangan Yesus.

Hanya perkataan Yesus Kristus yang merupakan jaminan terkuat bagi kita karena Ia telah mengatakannya dan Ia juga membuktikannya.

 

Kembali kepada pertanyaan di atas? Peringatan Good Friday seharusnya tidak dalam kesedihan seperti orang berkabung yang meratap seperti tidak ada harapan akan kebangkitan, belum lagi ditambah kesan mendramatisir perayaan. Mengingat kematian Yesus hendaknya dalam syukur, iman pengharapan dan kepastian bahwa Yesus hidup kembali.

Jangan pernah ragu percaya kepada-Nya, karena kuasa kebangkitan-Nya itulah yang akan membawa kita kuat dan bertahan dalam dunia yang penuh dengan kejahatan ini. Seberat apa pun pergumulan kita, entah kesulitan hidup, pergumulan keluarga, suami, istri, anak, keuangan, pekerjaan, sakit penyakit, teman hidup,  barangkali juga kedagingan kita, kuasa setan, dan apa pun itu…percaya dan alamilah bahwa kuasa Yesus lebih besar dari semuanya itu. Katakan dengan iman, klaim tanpa keraguan dan hadapi semuanya tanpa ketakutan.

Kiranya perenungan singkat ini menguatkan kita semua. Mari kita sambut dengan sukacita dan pengharapan kekal, bahwa Yesus telah bangkit dan hidup. Beritakan ini kepada dunia, hanya Yesus dan firman-Nya merupakan jaminan kita. Amin!

sst_paskah2016

Selumiel & Sylvia Takaliuang
www.takaliuang.info/paskah

Selumiel Takaliuang

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

Komentar: