Sakit Radang Tenggorokan

Setelah setahun lebih saya bebas dari sakit, akhirnya beberapa waktu lalu saya kena sakit juga. Namun ada beberapa perbedaan dari sakit yang dulu saya alami sebelum hidup sehat dan sesudah menerapkan pola hidup sehat.

Di awal 2015, istri saya sempat kena flu berat selama seminggu (karena waktu itu agak absen olahraga). Namanya kami suami istri, kami tidur satu tempat tidur, makan bersama, berdekatan fisik dan secara normal saya pasti sangat mudah untuk tertular flu. Tetapi waktu itu tubuh saya seperti kebal terhadap virus flu dari istri dan tetap sehat walafiat.

Dalam musim pancaroba di sekitar April dan Mei 2015, banyak orang kena flu, batuk, pilek, namun saya tetap sehat dan terus rutin berolah raga serta makan yang bergizi. Namun pada bulan Juli 2015, tepatnya minggu ke-3, istri saya terkena radang tenggorokan, batuk pilek dan demam. Saya berpikir saya akan aman-aman saja seperti pada waktu kejadian sebelumnya, ternyata kali ini berbeda. Saya ketularan!

Sebelum lebih jauh dengan kisah saya, mari kita lihat penyebab radang tenggorokan:

Radang tenggorokan karena kuman dapat menular melalui ludah, sedangkan yang disebabkan virus lewat udara. Jadi hati-hati dan perhatikan sekitar apakah ada yang sedang mengalami radang tenggorokan…selain kuman, penyakit radang tenggorokan juga dapat terjadi karena virus, yaitu saat  pilek dan flu…Flu ringan dapat berlomba dengan daya tahan tubuh. Artinya, kalau daya tahan tubuh bagus dia akan membuat pagar sendiri sehingga tidak selalu perlu antibiotic.  [1]

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Penyebab paling umum dari sakit tenggorokan adalah virus. Sakit tenggorokan karena virus, seringkali disertai dengan gejala flu lainnya, yang mungkin termasuk hidung berlendir, batuk, mata merah atau berair, dan bersin. [2]

Penyebab Bakteri atau Non Bakteri*

Setelah seminggu istri saya sakit, tubuh saya mulai bereaksi. Persisi minggu depannya, Selasa 28 Juli 2015, setelah mandi pagi air dingin (saya biasa mandi air dingin tiap pagi)  saya merasa badan agak tidak enak (meriang) dan ada rasa sakit waktu mau menelan, namun saya abaikan saja. Saya tetap berolahraga, tidur cukup dan makan yang baik. Hal itu berlangsung selama seminggu, saya berpikir mungkin badan saya sedang berperang melawan penularan dari radang tenggorokan dan flu yang diderita istri. Tetapi demam itu hanya muncul sekali-sekali, kemudian seperti hilang sendiri, namun tenggorokan saya terasa makin sakit.

Mulai hari Senin 3 Agustus 2015, saya merasa kedinginan (khususnya telapak tangan) dan akhirnya membungkus diri dengan pakaian tebal dan selimut. Hari itu pertama kalinya suhu tubuh saya naik (saya tidak sempat mengukur berapa derajat). Saya berpikir apakah mau segera konsumsi obat flu dan antibiotika seperti kebiasaan dulu, tetapi saya bertekad bahwa tubuh harus bisa sembuh secara alamiah, cukup dengan istrahat dan makan yang bergizi, period!

Puncaknya Radang Tenggorokan

Besoknya, hari Selasa pagi, saya bangun pagi, demam sudah turun, tetapi kelenjar getah bening sebelah kanan terasa sakit dan membengkak. Tapi saya tetap berolah-raga, kemudian mandi. Dari seusai olah raga sampai sore, badan saya terasa baik-baik saja, tetapi sore harinya kembali demam dan kelenjar getah bening makin membengkak, tetapi yang herannya tenggorokan saya malah berkurang sakitnya.

Akhirnya saya putuskan, besok Rabu saya harus istirahat total dari pagi sampai malam. Sepanjang Rabu adalah puncak tubuh berperang melawan penyakit, saya rasa demam, kelenjar getah bening masih nyeri. Setelahl sarapan pagi, saya naik lagi ke tempat tidur, istirahat. Sorenya demam saya seperti hilang, saya tidak kedinginan lagi, tetapi kelenjar getah bening masih terasa nyeri.

Hari Kamis pagi saya merasa jauh lebih sehat dan langsung berolahraga lagi, namun mandinya memakai air hangat. Demam hilang, tetapi kelenjar getah bening masih agak nyeri, meskipun sudah berkurang daripada hari sebelumnya. Hari Jumat kondisi saya makin baik dan tidak demam lagi, nyeri di kelenjar getah bening makin berkurang. Hari Sabtu, tenggorokan saya sempat terasa sedikit nyeri dan masih seperti ada sedikit lendir di tenggorokan. Hari Minggu (9 Agustus 2015), nyeri di tenggorokan hilang, kelenjar getah bening mengempis (masih ada sedikit pembengkakan), tapi saya merasa sudah pulih lagi.

Perbedaan Radang Tenggorokan Sekarang dan Dulu

Dulu saya langganan kena radang tenggorokan dan biasanya disertai gejala umum radang tenggorokan. Gejala tersebut terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga bisa 3-5 hari saya demam tinggi dan harus total istirahat di tempat tidur.

Tapi, kalau lebih dari seminggu radang tenggorokan yang menyertai flu tidak hilang, apalagi jika ditambah suara serak, bisa dikategorikan serius. Radang bisa turun ke pita suara. [3]

Radang tenggorokan biasanya ditunjukkan dengan gejala: Sakit kepala, kelenjar yang membesar pada leher, tonsil/amandel yang bengkak akibat radang, nyeri otot, batuk, hidung beringus. [4] Tetapi kali ini saya merasa agak berbeda dan berikut perbedaannya:

  1. Demam:
    1. Sebelum hidup sehat (HS): Demam muncul bersamaan dengna radang tenggorokan dan berlangsung lebih dari 3 hari dan langsung tinggi, diikuti menggigil kedinginan sepanjang sakit.
    2. Sesudah hidup sehat (HS): Demamnya muncul secara perlahan-lahan dan hanya pada saat tertentu (khususnya setelah mandi air dingin) dan puncaknya hanya satu hari, tetapi setelah itu demam hilang dan tubuh tidak kedinginnan.
  2. Batuk dan bersin:
    1. Sebelum HS: Biasanya terkena batuk keras, berlendir dan sangat nyeri, diikuti bersin keras berulang kali
    2. Sesudah HS: Sama sekali bebas dari batuk dan bersin
  3. Pilek:
    1. Sebelum HS: Diikuti hidung berlendir dan mampet, tidak bisa bernafas normal lewat hidung. Jika lendir/ingus makin kental, itu terjadi menjelang tubuh sembuh.
    2. Sesudah HS: Hidung tidak mampet, tidak berlendir, nafas normal. Waktu mau sembuh, sempat keluar lendir kental tetapi hanya sekitar 1-2 jam, kemudian normal.
  4. Tenggorokan & Kepala
    1. Sebelum HS: Tenggorokan nyeri dan kebanyakan suara jadi parau, kepala pusing, mata terasa berat dan panas
    2. Sesudah HS: Tenggorokan nyeri, tetapi suara tetap normal, tidak ada pusing sama sekali, kepala terasa normal, mata terasa normal
  5. Pencernaan:
    1. Sebelum HS: Pencernaan saya terganggu, BAB encer seperti air, mengalami diare.
    2. Sesudah HS: Pencernaan normal, kadang-kadang feses lebih lembut, namun tidak seperti air.
  6. Otot tubuh:
    1. Sebelum HS: Otot terasa nyeri, badan tidak enak, bergerak serba salah
    2. Sesudah HS: Otot normal saja dan gerakan tubuh terasa baik seperti tidak sakit
  7. Kelenjar Getah Bening:
    1. Sebelum HS: Tidak pernah sakit jika sedang kena radang tenggorokan
    2. Sesudah HS: Nyeri dan agak membengkak
  8. Lainnya:
    1. Sebelum HS: Pasti beli obat dan ujung-ujungnya harus ke dokter, wajah terlihat terlihat pucat dan terlihat jika sedang sakit
    2. Sesudah HS: Tidak minum obat apa pun dan tidak ke dokter. Wajah terlihat normal dan bukan wajah orang sakit

Hal tentang respon kelenjar getah bening saya memang cukup menarik,  karena selama ini seperti ia diam saja kalau saya sakit (tidak terasa nyeri). Baru sekarang saya merasa nyeri di kelenjar getah bening. Berikut beberapa penjelasan kelenjar yang saya kutip [5]:

  1. Kelenjar getah bening adalah gumpalan jaringan, kira-kira seukuran kacang dan merupakan ‘rumah’ bagi banyak sel darah putih. Kelenjar ini terdapat di seluruh tubuh dan merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia.
  2. Kelenjar getah bening membengkak ketika tubuh merespons terhadap infeksi atau peradangan. Kelenjar getah bening juga bisa membengkak dalam penyakit autoimun seperti rematoid artritis dan juga kanker. Pembengkakan akan mereda seiring kondisi Anda pulih dari penyakit.
  3. Biasanya area yang kerap mengalami kondisi ini adalah ketiak, daerah di bawah dagu, pangkal paha, dan leher.
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi ringan, biasanya akan pulih dengan sendirinya.

Penyembuhan Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan yang saya alami sembuh hanya dengan mengandalkan istirahat & makan yang bergizi. Saya tidak konsumsi obat apa pun, baik semacam paracetamol maupun antibiotika. Saya sempat kumur dengan air garam di pagi hari selama 2 hari, minum yang hangat-hangat seperti jahe dan juga Antangin.

Mencoba sembuh tanpa obat-obatan

Meskipun terkena sakit dengan gejala-gejala yang menyertai, tetapi yang membedakan adalah kepala tidak terasa berat, mata tidak terasa panas, hidung tidak mampet, bebas dari batuk dan bersin, otot badan tidak nyeri dan tidak diare. Saya cukup yakin daya tahan dan daya serang tubuh terhadap penyakit jauh lebih baik dari pada keadaan yang dulu.

Demikian pengalaman saya untuk pertama kalinya terkena sakit sejak bulan Mei 2014. Semoga tidak ada lagi sakit berikutnya dan tetap sehat selalu. Terima kasih sudah membaca, silahkan sharing jika berguna.

Referensi:

  • [1,3] Diakses dari http://radangtenggorokan.net/radang-tenggorokan pada 8 Agustus 2015
  • [2] Diakses dari http://dokita.co/blog/jenis-sakit-tenggorokan-dan-pengobatannya pada 8 Agustus 2015
  • [4] Diakses dari http://www.alodokter.com/sakit-tenggorokan pada 8 Agustus 2015
  • [5] Diakses dari http://www.alodokter.com/pembengkakan-kelenjar-getah-bening pada 8 Agustus 2015
  • * sumber gambar: http://goo.gl/5101G4

Selumiel Takaliuang

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

2 Comments:

  1. Wah keren sekali pengalamannya Mas. Sekarang bagaimana apa sudah tidak pernah radang tenggorokan lagi?

Komentar: