Pengalaman Turun Berat Badan 27 kg

Oktober 2004

Kami menikah pada bulan September 2004 dan saat itu berat badan saya ada di kisaran 86 kg. Namun 10 tahun berikutnya (2014) bobot saya melonjak menjadi sekitar 106 kg.  Hal ini disebabkan pola hidup yang tidak sehat. Kegemaran saya ialah semua jenis fast food, steak yang berlemak, snack yang tidak sehat, kue dan jajanan yang serba manis dan mie instan. Kapan pun saya merasa lapar, saya akan makan (biarpun jam 10 malam ke atas). Olahraga adalah kegiatan langka, kemana-mana terbiasa menggunakan kendaraan bermotor (padahal jarak dekat), tidur tidak teratur. Tidaklah heran bobot saya naik secara drastis, kurang lebih sebanyak 20 kg dalam 10 tahun. Padahal dari SD-SMU saya termasuk sport mania, hampir setiap hari sepak bola, basket.  Namun sejak mulai kuliah tahun 1995, saya mulai jarang berolahraga dan pola makan menjadi rusak.

Saya sering mengalami gangguan panas dalam, mudah terserang flu, mudah masuk angin yang ujungnya demam/flu berat. Pada quartal pertama  2014, saya mulai merasa kesulitan untuk memasang tali sepatu dan kesulitan dalam memakai sepatu, dasi sangat tidak nyaman digunakan karena kancing baju teratas tidak bisa ditutup dan semua pakaian menjadi sesak di badan. Hal ini terasa sangat mengganggu aktivitas saya. Kenaikan bobot diikuti oleh membesarnya lingkar perut dan membuat saya merasa mudah merasa lelah. Bahkan untuk naik tangga di rumah sendiri, saya merasa sangat berat dan ngosngosan, lutut terasa sakit ketika harus berjalan agak jauh apalagi jika ada tanjakan.

Saya merenungkan keadaan saya dan mulai berpikir jika saya tidak segera berubah, selain ketidaknyamanan di atas, penyakit-penyakit telah menunggu saya, seperti stroke, darah tinggi, jantung, dll. Pada waktu itu tekanan darah saya sudah mencapai kisaran 140-150, LDL kolestrol di atas batas normal, dan HDL Kolestrol terlalu rendah untuk seusia saya.

Masa-masa Obesitas

Pada pertengahan bulan Mei 2014 saya bulatkan tekad untuk mengubah pola hidup saya. Saya mulai melakukan cardio training seperti hiking, futsal, basket, lari, dibarengi dengan mengatur asupan makanan dan tidur dengan lebih teratur dan berkualitas. Kegiatan pertama yang saya lakukan ialah naik gunung, mungkin karena terlalu bersemangat pada awalnya, ketika sampai  di lereng gunung (hanya sekitar 300-400 meter tingginya), mata saya berkunang-kunang kepala pening dan nyaris pingsan, padahal saya sendirian di atas. Saya segera berbaring di tanah untuk pemulihan, setelah itu saya lanjutkan lagi. Sampai di rumah, badan saya terasa segar sekali, tetapi besok paginya terasa sakit semua, otot-otot sangat pegal. Tetapi saya tidak berhenti, saya segera mulai main futsal dan basket lagi. Pada bulan Juni 2014 saya mulai mencoba untuk berlari. Pertama kali berlari rasanya sangat tersiksa, lutut dan pergelangan kaki saya sempat cidera, tetapi saya tidak menyerah. Setelah pemulihan dan penyesuaian beberapa waktu, saya lanjut lagi berlari. Setelah tubuh mulai terbiasa, cidera-cidera mulai hilang dan dapat berlari dengan nyaman hingga saat ini.

Harus diakui mengatur pola makan adalah hal yang paling susah. Tetapi dengan tekad bulat saya tetap bertahan makan sehat dan akhirnya menjadi kebiasaan. Dulu saya terbiasa makan banyak dan cepat, setelah penyesuaian 2-3 minggu, saya mulai terbiasa makan cukup. Saya membuang semua makanan dan jajan berkalori tinggi dari rumah, saya tidak mau tergoda lagi.

Ketika pertama kali saya harus keluar kota setelah mulai program ini, saya sempat ragu apakah saya masih bisa menjalankan pola hidup sehat, ternyata selama ada motivasi yang kuat dan kemauan keras, semua bisa diatasi. Bahkan kesempatan di luar kota adalah  waktu di mana saya gunakan untuk mencoba tempat baru untuk berolahraga.

Lari di alun-alun Lumajang

Berlari total 262 km, harus kerja keras!

Ketekunan saya untuk terus berlari mendapat hasil yang signifikan. Berat badan saya mulai merosot turun dan turun, rasanya sangat menyenangkan, apalagi di saat-saat awal menimbang badan. Mulai timbul kepercayaan diri, ternyata saya bisa! Setelah terus berlari sejak Juli 2014, pada Februari 2015 saya mulai melakukan kombinasi kekuatan, seperti push up, pull up dengan melakukan High-Intensity Interval Training (HIIT). Saya mulai angkat beban agar otot saya tidak ikut habis karena terus berlari. Semua saya lakukan di rumah saja hingga saat ini, karena sekarang banyak sekali petunjuk untuk angkat beban di internet.

Bagaimana dengan suplemen? Untuk menurunkan berat badan, saya tidak menggunakan suplemen atau obat pelangsing, mungkin ‘suplemen’ rutin saya ialah green tea, selain itu hanya jaga makan dan rutin berolahraga. Hasilnya nyata dan terbukti!

Sekitar bulan September 2014, makin banyak teman-teman yang bertanya kepada saya, maka saya berpikir lebih baik saya buat tulisan saja dan tinggal dishare. Saya mencoba membuat program diet yang awalnya saya sebut PERMAK (pembakaran lemak), tapi kemudian saya ubah menjadi  Olah RPM. Program ini meliputi Olah Raga, Olah Pikiran dan Olah Mulut (RPM). Tiga unsur yang harus diperhatikan dan dikelola dengan bijak untuk memperoleh hasil yang signifikan. Program Olah RPM telah saya terapkan sejak Mei 2014 hingga saat ini (Maret 2015) dengan hasil:

  • Tubuh bugar, tidak pernah flu apalagi sakit berat
  • BB turun dari 106 ke 75 kg (turun 31 kg per Agustus 2015)
  • Lingkar perut merosot dari 106 ke 86 cm
  • BMI menjadi normal, dibawah 25
  • Tekanan darah dari kisaran 140-150 ke kisaran 120-an

 

Saya tidak merencanakannya, tetapi kebetulan baju dan bulpointnya sama:)

Jika Anda tekun, pasti ada hasilnya dan Anda bisa kirimkan cerita Anda ke detik.com seperti yang saya lakukan. Tapi jangan baru ditahap awal program, baru turun 5 kg,  Anda terburu-buru mengirimkan kisah Anda. Menurut hemat saya, jika sudah lebih dari 10 kg, atau tunggu sampai 20 kg, barulah kirimkan kisah Anda. Pada awal program, lebih bijak kita banyak diam, tidak usah berkoar-koar tentang perubahan Anda, just do it sampai Anda menjadikannya kebiasaan. Jika sudah turun 10 kg, mungkin Anda mulai bisa mulai share ke orang lain. Jangan sampai Anda dicemooh orang karena hebat di permulaan, tetapi ujung-ujungnya kembali ke pola yang lama dengan berat yang lebih dari semula!

My Diet Experience di detikhealth

Kiranya pengalaman turun berat badan saya dapat menginspirasi Anda untuk menerapkan pola hidup sehat.

Foto Agustus 2015 dengan celana jeans lama, namun dengan berat baru 75 kg

Berikut beberapa tulisan lainnya yang berkaitan:

Komentar, pertanyaan, silahkan post di bawah…thanks for reading, please share if you like!

Semmy

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

10 Comments:

  1. Nice experience

  2. Wah, keren sem.. 😀 , inget ma gw? temen stiki 95, yg sering nebeng mobilmu huehue.. keep up the good work.. aku sekarang juga lagi nurunin berat neh… tapi blom sesukses kamu… dari 100-an ke 89.. jalan 6 bulan.. 😀

    • Hi Amien…inget rek…masih di Batu kah? Aku biasanya olahraga di panorama, setiap senin rabu jumat jam 7 sampai 8 pagi. Ada beberapa teman yang lagi program penurunan juga…kalau mau join monggo.
      Pakai program apa?

  3. Nice info…. Btw beli timbangan camrynya di mana mas???

    • Nanti saya buatin postingnya ya mbak Nadya…biar lebih detail dan lengkap penjelasannya, belinya juga semoga jadi lebih lancar

  4. Iya… Makasih banyak… Kebetulan saya lagi cari yang jual timbangan itu di daerah sidoarjo atau surabaya… Eh kesasar ke blog ini, hehe… Keren mas, salut sama semangatnya!

  5. Pingback: Hasil Pengukuran Komposisi Tubuh dengan Tanita SC-330 - TAKALIUANG.info

  6. Benar sekali bang,. Yang namanya mengatur pola makan ituh bener-bener susah. aku juga kayanya lagi doyan ngemil effect dari stop merokok selama beberapa tahun terakhir. akibatnya, celana udah mulai terasa ketat, terutama dibagian hak. aduhhh…..

    barangkali abang mau mampir blog saya tips kesehatan dan kecantikan

    terima kasih 🙂

Komentar: