Buang Semuanya!

Di akhir tahun 2017 lalu, kami memutuskan untuk membuang beberapa barang lama dari rumah kami. Tekad awalnya cukup meyakinkan: Buang semuanya! Namun ketika mulai mengumpulkan barang-barang tersebut, ada suara dari hati dan juga di sekitar kami yang mengatakan:

  • Jangan dibuang, ini kopernya masih bagus
  • Yang ini sayang, komputernya masih bisa diperbaiki
  • Jangan dibuang kursinya, masih bisa dibersihkan
  • Yang ini masih bisa dipakai, yang itu bisa dikasih ke orang

dan beraneka ragam komentar sejenis.

Terkadang kami tergoda untuk mengikuti apa kata hati dan orang lain tentang barang-barang itu, sehingga kami sempat menahan barang-barang tersebut beberapa minggu di rumah. Tapi setelah teronggok sekian lama di gudang rumah kami, akhirnya kami menetapkan hati, harus buang semuanya! Akhirnya kami benar-benar membuang semua barang lama pada akhir Januari 2018 ini, done!

Viar

Buang Semuanya

Paulus menulis kepada jemaat Kolose sebagai berikut:

Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya… (Kol. 3:8-9)

Kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor, dusta, haruslah dibuang dari dalam diri kita, karena perbuatan-perbuatan tersebut merupakan kelakuan dari manusia lama yang tidak berkenan kepada Tuhan. Manusia lama harus ditanggalkan, karena tanpa menanggalkan manusia lama, kita tidak dapat mengenakan manusia baru (ay. 10).

Jika kita ingat, justru pada saat kita ingin membuangnya, situasi dan kondisi di sekitar kita membuat kita kembali terpancing untuk marah, berpikir kejahatan, mengeluarkan kata-kata kotor dan mendustai. Tanpa kita sadari, kita masih menyimpannya. Bahkan seberapa banyak fitnah sering muncul di sekitar kita, dan kita pun cenderung mengikutinya? Firman dengan jelas mengatakan suatu perintah (imperatif): Buanglah semuanya ini! Jangan disimpan, apalagi disayang-sayang dan diberi peluang untuk muncul lagi. Hal-hal ini harus dibuang semuanya, bukan hanya sebagian.

Hubungan antara suami-istri, orang tua-anak, atasan-bawahan, sesama pelayan Tuhan, antara jemaat, sering menjadi renggang karena menyimpan hal-hal negatif di atas, bahkan dapat timbul sakit hati dan dendam. Hal buruk tersebut dapat menimbulkan dosa yang lain, seperti kekerasan, perceraian, bahkan pembunuhan.

Namun sekarang, mari kita minta agar Tuhan memampukan kita untuk sungguh-sungguh membuangnya dan tidak merasa sayang akan hal-hal tersebut. Hal-hal kotor terkadang menyenangkan dan memuaskan diri kita ketika dilakukan, tetapi ujungnya adalah maut.

Doa:

Ya Bapa, aku tidak mau lagi hidup dikotori oleh hal-hal yang najis dan jahat, seperti marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan dusta. Ampunilah aku jika berulang kali melakukannya dan sekarang aku memutuskan untuk benar-benar membuang semuanya itu. Sucikan hati, pikiranku, bahkan mulutku. Basuhku dengan darah-Mu yang kudus ya Tuhan Yesus agar aku kembali berkenan kepada-Mu. Maka dalam iman kepada Tuhan Yesus, manusia lama kutanggalkan sekarang, semua kelakukan buruk aku buang dan aku mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui oleh-Mu ya Tuhan. Ini doaku ya Bapa, hanya di dalam nama Tuhan Yesus kumohon, amin.

Biarlah manusia baru yang menguasai kita seluruhnya, tinggalkan dan tanggalkan manusia lama, agar kita berkenan kepada Tuhan kita Yesus Kristus.

Kiranya damai sejahtera Kristus menyertai kita. Maranatha, amin!

Selumiel & Sylvia Takaliuang (SST)


Dapatkan 3 video pengajaran terbaru edisi Januari 2018:

  • Siapakah Beelzebul?
  • 4 Syarat agar Setan Takut kepada Anda
  • 2 Cara Iblis Menggoda Tuhan Yesus

Cek video di atas & subscribe di youtube: TERANG dalam KEGELAPAN

Selumiel Takaliuang

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

Komentar: