Jalur Curah Banteng Gunung Panderman

Saya sudah beberapa kali naik gunung ini sendirian (karena jalurnya mudah), namun kali ini saya mengajak teman-teman dari tim Kasih Karunia (Kresna, Samuel, Rolly & saya) untuk naik ke Gunung Panderman (2045 mdpl). Gunung ini terletak di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang dan bersambung dengan gunung Kawi & Gunung Butak.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 19.00 dan baru tiba di posko 1 sekitar pukul 22.00 malam. Kami mulai naik melewati jalur yang lazim digunakan pendaki, yaitu Latar Ombo dan setelah susah payah mendaki, kami sampai di puncak Basundara sekitar pukul 03.00 pagi. Keuntungan mendaki malam hari adalah debu tidak banyak, dan tidak kepanasan. Ketika tiba di puncak, kami disambut dengan udara subuh yang sangat menusuk sekitar 8-10 derajat C. Kami pun segera mendirikan kemah untuk menghindari dingin dan beristirahat sejenak sambil menanti matahari terbit. Waktu itu puncak sangat sepi dan hanya ada dua kemah pendaki yang bersama-sama dengan kami.

Suhu dingin Panderman
Super dingin 8 derajat C
Masak yuk!
Masak yuk!
Breakfast seru!
Breakfast seru!
Menantang Matahari!
Menantang Matahari!
Bunga indah!
Bunga indah!
Tim Kasih Karunia
Tim Kasih Karunia

Di puncak Panderman ada banyak monyet yang gemar mengambil barang-barang pendaki. Alhasil waktu kami tidur, ada satu pop mie yang dicuri dan jadi rebutan gerombolan monyet.

Sesudah puas melihat sunrise, kami beristirahat lagi sejenak, dan bongkar tenda untuk jalan pulang. Kami pun mulai turun tetapi tidak menggunakan jalur naik, namun jalur yang terkenal curam yaitu jalur Curah Banteng.

Berikut video ketika melewati salah satu turunan yang cukup curam dan berbahaya, belum lagi kami harus membawa tas yang cukup berat. Tetapi syukur bisa melewatinya dengan aman.

Satu saran jika ingin turun lewat jalur ini, jangan naik pada musim penghujan, karena akan sangat licin dan berbahaya. Sekalipun di musim kemarau, pendaki yang alergi debu sebaiknya pikir-pikir untuk naik ke Panderman, karena jalur naik sangat menanjak (tanpa discount) dan debunya tidak pakai promosi :D.

Kiranya pengalaman kami kali ini bisa jadi referensi bagi yang mau naik ke Gunung Panderman dan mau mencoba untuk turun lewat jalur ini, be safe!

All photos and video by Kresna Bell

Selumiel Takaliuang

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Messiah.

Komentar: