Keluarga

Pondsius Takaliuang, suku Sangir,  diselamatkan Tuhan dari latar belakang yang gelap. Beliau dibesarkan dalam keluarga dengan tradisi Kristen, namun keluarga yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Ayah beliau adalah majelis gereja, namun juga melakukan praktek okultisme dalam bentuk jimat, mantera dan kekuatan setan lainnya. Namun Tuhan memanggilnya ketika beliau sedang kuliah di Akademi Maritim Jakarta. Akhirnya papi meninggalkan kuliah maritim dan masuk sekolah Alkitab di Batu, Institut Injil Indonesia. Setamatnya dari I-3 (1976) beliau melayani di YPPII Batu hingga saat ini (2015).

Pondsius & Susana Takaliuang

Susana Yuliana Radja Udju, suku Sabu-NTT, dibesarkan dalam keluarga Kristen. Ayahnya seorang sopir truk lintas kota di Pulau Flores, sedangkan ibunya seorang yang setia melayani sebagai guru Sekolah Minggu dan majelis di GMIT Syaloom, Ende. Sejak kecil Oma senang menampung hamba-hamba Tuhan yang datang melayani ke Ende. Pada tahun 1969, tim pelayanan  dari Institut Injil Indonesia mengadakan pelayanan di Ende. Di situlah beliau mengambil keputusan untuk bertobat dan memutuskan untuk menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu. Tantangan untuk sekolah Alkitab tidaklah mudah, tetapi akhirnya beliau tiba di Batu dan menyelesaikan pendidikan theologia di Institut Injil Indonesia,  Batu.

Tuhan mempertemukan orang tua kami di Institut Injil Indonesia pada saat mereka menjadi mahasiswa. Atas kehendak Tuhan, mereka menikah pada bulan Juli 1976. Setahun kemudian anak pertama lahir di Malang, ‘Selumiel’; kemudian anak kedua lahir di Batu, ‘Phebe’. Pada tahun 1981 kami sekeluarga berangkat ke Launceston, Tasmania, Australia dan papi menyelesaikan program M.Div. di sana. Anak ketiga lahir di Queen Victoria Hospital, Launceston, ia diberi nama ‘Victor Miracle’. Tahun 1982 kami kembali ke Indonesia dan papi mami melanjutkan pelayanannya di Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu hingga saat ini.

Keluarga Takaliuang

Kami menyelesaikan TK-SMP di SDK Sang Timur & SMPK Widyatama. Kemudian kami semua melanjutkan di SMU Dempo, Malang. Setelah menyelesaikan kuliah, Tuhan mempertemukan saya dengan Sylvia Irani, putri Lumajang dan Tuhan juga mempertemukan Victor dengan Novi Tambayong, putri Minahasa.

Saat ini kami dan kedua orang tua kami tinggal di di Kota Wisata Batu, Jawa Timur; Phebe tinggal di St. Louis, USA; Victor & Novi tinggal di Goldcoast, Australia.

Comments are closed.