Proses Mendapatkan SIM B2 Umum

Sejak SMP cita-cita saya ialah dapat mengemudikan bis (tapi bukan bekerja sebagai supir bis). Keinginan ini muncul karena sejak kecil saya sering naik bis malam jurusan Malang-Jakarta, seperti Pahala Kencana, Lorena, Kramat Jati, dll. Pada waktu penumpang lain tidur, saya malah mengamati dan sekaligus mempelajari teknik menyetir sopir bis malam yang you know, they are the real crazy!  Dulu saya punya teman yang punya Isuzu dan untuk mengemudikannya, kita harus memiliki SIM B1. Maka setelah 10 tahun memakai SIM A, saya putuskan untuk mengurus peningkatan ke SIM B1. Lima tahun kemudian saya upgrade ke B1 Umum, dan sekarang rencananya akan naik lagi ke B2 Umum. Setahu saya SIM B2 Umum adalah tingkatan paling tinggi dan dapat mengemudikan kendaraan yang lebih dari 6 ban, seperti tronton dan bis. Faktor lainnya ialah biaya peningkatan SIM B1 Umum dan B2 Umum adalah sama dengan perpanjangan B1 umum. Jadi lebih baik naik saja ke B2 Umum.

SIM B1 Umum

SIM B1 Umum

SIM Perseorangan vs Umum

Ada perbedaan antara SIM perseorangan dan umum (disunting dari wikipedia, link di footnote)

Golongan SIM perseorangan

Golongan SIM berdasarkan Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009

  • SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg
  • SIM B2, untuk mengemudikan Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
  • SIM C, untuk mengemudikan Sepeda Motor.
  • SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Golongan SIM Umum

Golongan SIM Umum berdasarkan Pasal 82 UU No. 22 Tahun 2009:

  • SIM A Umum, untuk mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1 Umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2 Umum, untuk mengemudikan Kendaraan penarik atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

Proses ke SIM B2 Umum

Pada 28 Mei 2013, saya pergi ke Kantor Polres Batu untuk mengurus SIM B1 Umum yang akan expired pada bulan Juni 2013. Setiba di sana, saya bertanya tentang prosedur perpanjangan SIM B1 Umum. Petugas menjelaskan bahwa untuk perpanjangan SIM B1, pemohon harus mengurus Sertifikat Uji Ketrampilan Pengemudi di SATPAS SIM di Singosari, kemudian kembali ke Polres Batu untuk mendapatkan SIM B1. Saya bertanya bagaimana dengan peningkatan dari B1 Umum ke B2 umum, petugas mengatakan bahwa ujian sertifikatnya sama, tetapi penjelasan di sertifikatnya adalah “peningkatan” bukan “perpanjangan”.

Sertifikat SIM

Sertifikat Uji Ketrampilan Pengemudi

Dari Polres Batu saya menuju ke Singosari dan tiba di sana sekitar pukul 11:30. Ternyata loket akan tutup jam 12 siang dan yang mengurus sertifikat tinggal saya seorang. Petugas di loket pendaftaran menyuruh saya untuk mendaftar dan mengikuti tes psikologi dan tes simulator. Semua tes berhasil lulus dan yang saya heran, petugas tes psikologi tidak benar-benar melakukan tes, apakah mungkin karena sudah siang? Yang pasti bukan karena saya tidak mau ikut test.

Tidak sampai 15 menit menunggu saya pun dipanggil untuk foto dan lima menit kemudian sertifikat Uji Ketramplian Pengemudi saya keluar, cepat sekali! Waktu saya cek sertifikat, saya agak terkejut karena ternyata bulan lahir saya salah. Saya bertanya kepada petugas dan mereka katakan tidak apa-apa. Rasanya mau ngotot untuk ganti, tapi saya sadar, hari sudah siang, mungkin mereka sudah tidak mood lagi melayani perbaikan-perbaikan seperti itu, ya sudah diterima saja.

Alamat Satuan Lalu Lintas di Singosari: Jl. Panglima Sudirman 118, Singosari (sebelah Alfaindo Mini Market), bisa google maps dengan kata kunci: Samsat Singosari.

 

Mobil Praktek SIM

Mobil Polisi untuk praktek

Pada 22 Juni 2013, saya membawa sertifikat ke Polres dan mengurus peningkatan dari SIM B1 Umum ke B2 Umum (sertifikat berlaku 6 bulan sejak diterbitkan). Setelah mendaftar dan tes kesehatan, saya harus tes teori dan praktek untuk peningkatan. Ujian teori berhasil lulus dan dilanjutkan dengan ujian praktek. Saya pikir saya akan ujian dengan truk atau bis, ternyata menggunakan mobil Kijang polisi?! Tetapi saya masih cukup percaya diri bahwa saya akan lulus ujian praktek dengan mudah karena hampir 20 tahun ini saya biasa menyetir. Setelah mendaftar ujian praktek di petugas, saya diarahkan untuk ke lapangan dan mendengar bagaimana petunjuk ujiannya. Wah, ternyata ujiannya tidak semudah yang saya kira, karena penempatan patok-patoknya sangat dekat dengan bodi mobil. Keyakinan tinggi pada awalnya sudah mulai menurun; lalu saya mendapat giliran pertama untuk ujian praktek.

Adapun syarat untuk lulus ujian praktek peningkatan:

  1. Patok tidak boleh ada yang jatuh, kesenggol tidak apa-apa asal jangan jatuh.
  2. Ujian hanya satu kali, tidak ada pengulangan.
  3. Pada waktu mundur, tidak boleh menoleh ke belakang. Harus menggunakan spion dalam atau luar.
  4. Pada waktu mobil bergerak maju, pengemudi dilarang mundur untuk mengubah halauan mobil.  Pada waktu mobil bergerak mundur, pengemudi dilarang maju. Biasanya dalam parkir mobil mundur, kita majukan mobil jika halauan mobil tidak tepat dan kemudian mundur lagi. Tapi dalam ujian, semua harus satu kali jalan. Berhenti di tempat diperbolehkan.

Yang menjadi masalah pada waktu itu ialah:

  1. Pengemudi perlu waktu untuk penyesuaian dengan kendaraan dan agak susah bagi yang tidak terbiasa dengan jenis mobil kijang yang bermoncong.
  2. Tidak ada kesempatan untuk mencoba dengan mobil yang dipakai untuk ujian. Peserta yang ingin latihan harus membawa kendaraan sendiri dan barangkali ukurannya berbeda dengan kendaraan penguji.
  3. Setir agak berat, bisa menjadi masalah bagi perempuan.
  4. Ada perasaan gugup dan dapat menghilangkan konsentrasi.

 

Tantangan 1 ialah maju mengikuti jalur  seperti huruf S. Bagi pengemudi yang sudah terbiasa menyetir, tantangan ini tergolong mudah. Tapi ada satu peserta ibu-ibu yang terlihat kaku dalam menyetir, begitu mobil maju,  ia langsung menabrak patok-patoknya…failed! Patok-patok itu sangat mudah jatuh jika tersenggol.

Ujian SIM

Jalur maju bentuk S

Tantangan 2 ialah mundur sekitar 15-20 meter dan jarak patok dengan bodi mobil hanya sekitar 10-15 cm saja. Pengemudi baru kebanyakan gagal di tantangan mundur lurus dengan jalur yang sempit. Setelah mundur, pengemudi harus maju dan ambil ancang-ancang untuk tantangan 3.

Tantangan 3 ialah mundur pada jalur S. Tantangan ini paling sulit, meskipun saya sudah pengalaman menyetir bertahun-tahun, tapi saya gagal dua kali di tantangan 3 ini. Mengapa? Karena saya tidak tahu rahasianya. Saya sudah buat video dan menjelaskan rahasia untuk lolos di tantangan 3 (Link video ada di akhir cerita ini). Lanjut lagi … begitu mobil melewati tantangan 2 dan masuk tantangan 3, bemper belakang langsung menabrak patok pada bagian awal mundur…gagal!

Tantangan Mundur S

Petugas menyuruh saya untuk maju menuju posisi start. Hati rasanya sangat galau…ternyata pengalaman menyetir hampir 20 tahun tidak menjamin dapat melewati ujian praktek SIM. Rasanya sangat kesal dan tidak ada kesempatan untuk test lagi pada hari itu. Petugas menyuruh saya ujian dua minggu lagi, yaitu pada 6 Juli 2013. Petugas mengatakan: “Sekarang ujian praktek diperketat dan tidak bisa dibantu”. Mmm, saya menangkap maksudnya …. saya pun pulang dengan hati kecewa karena tidak lulus. Saya agak kesal karena ujian praktek seperti ini sangat jarang ditemui di kondisi jalan sebenarnya. Lalu mengapa ujiannya tidak pakai bis atau truk saja sekalian…wah, bermacam-macam protes muncul dalam hati. Kemudian hati kecil bersuara: “Makanya jangan sombong dulu….!” Opps … bagi saya, ini merupakan salah satu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan, ketika kita over confidence dapat lulus ujian praktek karena merasa sudah punya banyak pengalaman, tetapi kenyataannya malah tidak lulus.

Karena kesibukan maka saya baru datang ujian praktek kedua pada tanggal 17 Juli 2013. Kali ini saya datang dan sangat berharap untuk dapat lulus ujian praktek ke-2. Sesampai di tempat ujian SIM, ada satu mobil pendaftar yang sedang berlatih di lintasan ujian. Barangkali sudah 1 jam lebih orang ini berlatih dan tidak pernah berhasil pada tantangan mundur S. Selain saya yang mendaftar, ada beberapa pendaftar baru (SIM A) dan harus ujian praktek. Pada giliran pertama, seorang ibu muda naik ke mobil dan mulai menjalankan mobil, tampaknya ibu ini juga baru belajar dan baru saja melewati 1 patok, langsung menabrak patok kedua dalam berjalan maju…wah belum bisa bu, pikir saya. Peserta berikutnya seorang pemuda, rintangan maju dan mundur 20 meter berhasil, pada waktu rintangan terakhir (S), patok pertama ditabrak dengan sukses…failed!

Akhirnya tiba giliran saya, agak grogi juga, karena takut gagal lagi. Dengan perlahan saya melewati tantangan 1 (maju huruf S), kemudian tantangan 2 (mundur sekitar 15-20 meter),  maju lagi dan mulai mundur S. Dengan perlahan saya mundur, patok pertama kedua dan seterusnya berhasil tetapi apa yang terjadi, karena lengah, justru patok paling terakhir (menjelang garis finish) saya tabrak dengan sukses…! Kesal sekali rasanya. Petugasnya pun ikut menyesal kenapa di patok paling akhir justru saya menabrak… apa boleh buat, tidak lulus lagi! Tapi entah kenapa, kegagalan yang kedua ini rasanya tidak seberat dengan kegagalan pertama. Ada rasa kecewa juga, tetapi hati tidak seberat seperti pada kegagalan pertama.

Saya mendatangi polisi dan diminta kembali dalam 2 bulan lagi, yaitu 6 September, wow…lama amat…rupanya 6 Agustus bertepatan lebaran. Saya pergi lagi ke loket pendaftaran dan bilang kepada petugas bahwa saya tidak jadi peningkatan (karena masih harus menunggu sampai 6 September). Petugas katakan harus tetap ke Singosari untuk mengganti sertifikat dari peningkatan menjadi perpanjangan. Wah…ribet juga kalau begini caranya, karena ternyata tidak bisa langung diurus di Polres Batu. Lalu saya bilang bahwa saya akan perpanjangan saja ke Singosari, tetapi tidak bisa hari ini. Maka semua berkas saya kembalikan dan SIM B1 Umum yang lama dikembalikan oleh petugas kepada saya. Saya pikir daripada tidak ada SIM dalam sebulan lebih ini, lebih baik perpanjangan saja karena tidak perlu ujian praktek lagi. Saya sudah menyerah karena kecewa tidak lulus. Untuk menghibur diri (kebetulan SIM C sudah expired), akhirnya saya malah mengurus perpanjangan SIM C dan tentu tidak ujian, karena hanya perpanjangan.

Dalam perjalan pulang ke rumah, bermacam-macam pikiran timbul, mulai dari mau minta tolong pada kenalan polisi di situ… atau nyogok? Wah…macam-macam pikiran aneh-aneh. Akhirnya semua penggoda berhasil dihalau dan sampai di rumah istri bilang: ”Sudahlah, perpanjangan saja, emangnya mau nyetir bisnya siapa…?” Setelah menimbang sana sini…akhirnya saya ubah pikiran, saya rela menunggu sampai 6 September untuk ujian ketiga!

Game Bis

Game Bus Parking

Selama proses menunggu ujian ketiga, saya browsing youtube untuk melihat model-model ujian praktek SIM, ternyata di tiap kota bisa berbeda-beda tantangannya. Lalu sempat juga download game android “BUS Parking” untuk belajar parkir he..he… Mestinya ujian SIM B2 harus pakai bis, pikir saya.

Akhirnya hari yang ditunggu tiba (6 September 2013), saya minta istri untuk menemani saya ke Polres Batu untuk memberi support. Pemikiran saya, jika gagal berarti Tuhan tidak kehendaki dapat SIM B2 Umum, jika berhasil ya syukur! Tetapi saya sudah bertekat tidak mau suap.

Setiba saya di loket, saya sampaikan niat saya untuk ujian ketiga, petugas loket meminta slip dari polisi untuk ujian ketiga. Saya terkejut dan mengatakan dulu saya sudah kembalikan ke loket karena rencana waktu itu mau perpanjangan saja, tetapi ternyata saya berubah pikiran dan mau mencoba ujian ketiga kali. Petugas katakan: “Maaf Pak, berkasnya sudah di ruangan arsip. Kalau Bapak mau ujian praktek, harus dari awal lagi, yaitu ujian teori kemudian dilanjutkan dengan praktek”. “Wah…apa tidak bisa diurus, supaya langsung ujian praktek Bu?” Petugas katakan coba tanya langsung kepada Polisi di ruang ujian teori…ternyata saya harus ikut lagi ujian teori! Apa boleh buat…dengan hati agak kesal saya ikut ujian teori dan soalnya sangat mirip dengan ujian teori pertama, maka saya lulus dengan nilai 90, mendekati excelent. Tapi, ada juga pengemudi yang tidak lulus ujian teori … karena mungkin tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, seperti “Berapa usia minimal untuk mendapatkan SIM B2?” Saya rasa Anda juga tidak tahu hehe…

Akhirnya tiba giliran untuk ujian praktek. Saya segera menuju area ujian dan tampak satu pemohon SIM sedang latihan dengan mobilnya sendiri…hal yang sama terjadi, ia menabrak palang berulang kali. Lalu petugas memberikan contoh dengan mobil kepada pemohon tersebut dan saya mengamati dengan seksama. Petugas memberikan tipsnya …wah…puji Tuhan, saya mengerti rahasianya dan siap untuk ujian. Finally, tiba giliran saya, tantangan 1 dan 2 saya lewati dengan baik dan sekarang giliran tantangan tersulit, yaitu mundur di jalur S. Perlahan saya mundurkan mobil, saya ingat-ingat petunjuk dari petugas, patok pertama lewat, kedua, ketiga, keempat dan akhirnya patok terakhir juga lewat dan saya LULUS!

Rahasianya ternyata sederhana saja, bodi mobil harus sedekat mungkin dengan patok-patok tertentu, agar lancar dengan patok berikutnya khususnya dalam tantangan mundur S.

Rasanya lega sekali, tanpa sogok, tanpa curang, saya boleh lulus ujian praktek…saya segera mendatangi polisi ujian praktek, dan salah satu polisi berkata:“Kayaknya saya pernah lihat Bapak ya?” Saya katakan:” Ya pak, ini sudah ujian praktek ketiga kalinya dan syukur lulus hari ini!” Pak Polisi tersenyum dan menyerahkan surat tanda lulus ujian praktek ke saya. Saya segera ke loket, membayar Rp 120.000, antri foto dan 15 menit kemudian SIM B2 Umum saya keluar….lega dan senang sekali, thanks Lord!

 

SIM B2 Umum

SIM B2 Umum

Ketentuan Pengurusan SIM

Berikut beberapa ketentuan pengurusan SIM yang berlaku di Indonesia (sumber wikipedia)*

SIM Perseorangan

Persyaratan pemohon SIM perseorangan berdasarkan Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009

  1. Usia
    • 17 tahun untuk SIM A, C, dan D
    • 20 tahun untuk SIM B1
    • 21 tahun untuk SIM B2
  2. Administratif
    • memiliki Kartu Tanda Penduduk
    • mengisi formulir permohonan
    • rumusan sidik jari
  3. Kesehatan
    • sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter
    • sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis
  4. Lulus ujian
    • ujian teori
    • ujian praktik dan/atau
    • ujian ketrampilan melalui simulator

Syarat tambahan berdasarkan Pasal 81 ayat (6) UU No. 22 Tahun 2009 bagi setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:

  • Surat Izin Mengemudi B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
  • Surat Izin Mengemudi B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan

SIM Umum

Persyaratan permohonan SIM Umum berdasarkan Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) UU No. 22 Tahun 2009:

  1. Persyaratan Usia
    • SIM A Umum 17 tahun
    • SIM B1 Umum 22 tahun
    • SIM B2 Umum 23 tahun
  2. Persyaratan Khusus
    • Lulus Ujian Teori
    • Lulus Ujian Praktik

Syarat tambahan berdasarkan Pasal 83 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009:

  • Permohonan SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Permohonan SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Permohonan SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan

Perpanjangan SIM

Perpanjangan SIM harus mengikuti ketentuan yang baru (2016), seperti berikut:

Selain soal pengklasifikasian SIM C, Korlantas Polri juga mengeluarkan aturan soal batas waktu perpanjangan SIM. Berlaku mulai 1 Januari 2016, perpanjangan SIM tidak boleh melewati batas sampai 14 hari sebelum masa berlaku SIM habis.
“Berlaku mulai 1 Januari 2016, perpanjangan SIM dapat dilaksanakan sebelum habis masa berlakunya dengan tenggang waktu 14 hari sebelum tanggal habis masa berlaku,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin kepada detikcom, Minggu (10/1/2016).
Sementara, untuk pemegang SIM yang masa berlakunya telah habis, dapat diperpanjang lagi tidak melebihi batas waktu 3 bulan sejak tanggal habis masa berlakunya.
“Lewat dari 3 bulan harus membuat seperti prosedur baru,” imbuhnya.*

Saran

Untuk mendapatkan SIM B2, saya harus melewati 1x tes psikologi, 1x tes Driving Simulator, 1x test kesehatan dan 3x ujian praktek. Untuk Anda ketahui bahwa prosedur pembuatan SIM A bagi pemohon baru, harus ujian teori dan ujian praktek. Menurut pengamatan dan pengalaman ini, saya cukup yakin tidak ada pengemudi SIM A (khususnya yang baru belajar) yang bisa lulus dengan satu kali ujian. Demikian pula dengan motor, tingkat kesulitan ujian prakteknya tergolong sulit, bahkan  ada pemohon SIM C pun disuruh kembali TAHUN DEPAN. Berarti ia sudah 3 atau 4 kali ujian praktek dan tidak lulus-lulus. Kalau saya tidak lulus di ujian ketiga, mungkin disuruh kembali 6 bulan atau setahun kemudian dan pasti saya akan mengurus  perpanjangan SIM B1 Umum saja daripada menunggu terlalu lama.

Ujian praktek yang tidak mudah akan menyaring para pengemudi agar benar-benar mahir baru dapat SIM, atau yang negatifnya, ada praktek sogok kepada petugas agar dapat lulus. Semoga hal yang terakhir sudah tidak ada lagi, semoga. Jika sim B2 saya sudah expired kelak, saya tinggal ujian sertifikasi di Singosari dan tidak perlu lagi ujian teori dan praktek lagi di Polres Batu.

Tips bagi pemohon SIM A baru atau peningkatan ke B, khususnya di kota Batu:

  1. Anda harus sudah mahir dalam hal teknis mengemudi, karena waktu ujian praktek Anda tidak bisa lagi diganggu dengan masalah teknis mengemudi, seperti pengaturan gas, kopling dan rem. Jika Anda masih mikir bagaimana setengah kopling, gas, dan rem, saya yakin Anda tidak akan lulus.
  2. Jangan terburu-buru dalam ujian praktek, perlahan saja tapi pasti dan konsentrasi penuh.
  3. Jika Anda datang awal di Polres, coba pelajari dan amati rintangannya. Jika Anda membawa mobil, Anda diperkenankan mencoba. Sebaiknya memakai mobil yang ukurannya mendekati ukuran mobil ujian, syukur kalau ada  kijang lama atau bisa memakai avanza/xenia yang ukuran panjang lebarnya mendekati. Jangan memakai mobil besar seperti innova untuk latihan, karena beda ukuran!
  4. Jika gagal di ujian pertama jangan menyerah, coba sampai ujian ketiga. Manfaatkan waktu kosong untuk latihan dengan rintangan yang sama. Tetapi kalau ujian ketiga masih gagal, maka mungkin belum waktunya Anda mendapat SIM atau cukup perpanjangan saja.

Saran kepada pihak kepolisian bagian ujian praktek SIM kota Batu:

  • Untuk ujian praktek SIM A baru:
  1. Tantangan ketiga terlalu sulit bagi pengemudi baru dan kasus seperti itu jarang terjadi dalam realitas. Lebih baik dibuat tantangan yang sesuai dengan kondisi real, termasuk parkir paralel, posisi berhenti dengan setengah kopling pada tanjakan dan tantangan lain yang lebih make sense.
  2. Ada kesempatan mengulang sekali jika gagal pada percobaan I.
  3. Ada keringanan jumlah patok yang jatuh maksimal satu buah, lebih dari satu baru gagal.
  • Untuk peningkatan ke B1 sebaiknya memakai truk atau bis mini dengan tantangan halauan & kasus parkir
  • Untuk peningkatan B2,  jika memungkinkan menggunakan bis besar/truk gandeng /trailer dengan tantangan parkir mundur (ini sulit dan harus dikuasai oleh pengemudi). Memundurkan trailer tidak sama dengan mobil biasa/bis.
  • Perketat ujian SIM C dan A tetapi dengan ujian praktek yang lebih kena pada kondisi sebenarnya. Sekarang terjadi banyak kecelakan karena faktor pengemudi yang belum terampil mengemudi.
  • Kepolisian jangan mau disuap oleh pemohon SIM yang tidak lulus ujian teori, apalagi ujian praktek.

Demikian kisah saya untuk mendapatkan SIM B2 secara legal, tanpa suap atau KKN. Semoga aparat kepolisian terus mempertahankan diri bersih dari KKN dan melayani masyarakat dengan integritas.

Catatan

Tulisan ini dibuat tahun 2013 dan terjadi di domisili saya di Kota Batu, maka ada kemungkinan ketentuan pembuatan SIM berubah, demikian pula dengan ujian maupun prosedur. Tulisan ini hanya sekedar berbagi pengalaman, jangan dijadikan patokan mutlak. Anda harus mencari informasi terbaru dan menyiapkan semua kelengkapan administratif maupun latihan praktek sesuai dengan tempat Anda mengurus SIM.

Untuk melengkapi tulisan ini, berikut video rekaman live waktu ujian praktek SIM B2 umum saya:

 

====================

Referensi:

* https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Izin_Mengemudi

*https://news.detik.com/berita/3114583/perpanjang-sim-dilakukan-minimal-14-hari-sebelum-masa-berlaku-habis

Selumiel Takaliuang

Servant of my Lord, Jesus Christ, the Mesiah.

37 Comments:

  1. Tidak mudah dapatnya, tetapi hasilnya memuaskan

  2. Rasanya terbebas dari tuduhan hati nurani nyogok polisi…

  3. beep….. saya lulus ujian sim A tanpa ngulang 2 minggu ataupun melalui jalur “minta tolong” ke pakpol, alhamdulillah.

  4. anggara fransiscus

    Nice info pak, share pengalaman yang hebat buat kita2 yg hendak ikut peningkatan tapi kalo d liat2 bapak ini bukan driver tapi ngejar b2 buat apa sih pak hehehe. Syaloomm.

  5. maaf tanya,untuk pengurusan sertifikat keterampilan loketnya sebelah mana mas di singosari itu?,terima kasih.

  6. Mau tanya pak… Sy sudah punya sim A… Mau peningkatan ke B1 Umum… Sy pinginnya resmi, ga suap2an… Hehe… Nah klw reami kn hrs tes2, klw pas tes itu qt gak lulus, apakah sim A qt dikembalikan lagi ? Masa berlaku sim A sy msh 4 tahun lgi c… Tpi udh ngebet pgn B1 Umum… Trmksh sblmnya…

    • Coba di tanya dulu di tempat urus SIM, seingat saya dari sim A, saya harus ke B1 (non umum) karena tdk bisa langsung B1 umum. Setelah 1 tahun dgn B1 (non umum), baru bisa apply ke B1 Umum.

      Lalu kalau B1 tidak lulus (ada 2 sampai 3 kali kesempatan mengulang), berarti kembali ke sim A, alias perpanjangan SIM A lagi.

  7. Pagi mas..kalo ada tips biar bisa lolos simulator sim b2 umum mas..tolong dibagi ya mas..saya sdh gagal 1x punya ksmpatan tgl 1x lg soalnya..karna masa berlaku sim sdh mau habis..tks..saya tggu ya mas…

    • Pagi juga Mas, simulator itu kan mirip2 game komputer, jadi harus terbiasa dengan komputer. Menurut saya, kalau kita biasa dengan game baik di PC maupun di HP, mungkin itu akan membantu cepat menyesuaikan diri dengan simulatornya. Karena waktu ujian simulator itu perasaan gugup akan sangat mempengaruhi reaksi kita terhadap ujiannya. Tapi kalau tidak terbiasa dengan komputer dan gadget, rasanya agak susah ya…coba install game yg mirip2 dgn simulator (semoga ada ya), lalu sering latihan. Itu aja yg sy bisa sarankan.

  8. Bisakah kita langsung mengurus sim B tanpa hrs memiliki sim A ?

  9. minimal umur itu 21 tahun ya? kita ada kesamaan mas. pengen banget nyetir kendaraan besar

    • Ini syaratnya mas:
      Usia
      17 tahun untuk SIM A, C, dan D
      20 tahun untuk SIM B1
      21 tahun untuk SIM B2

      Persyaratan Usia
      SIM A Umum 17 tahun
      SIM B1 Umum 22 tahun
      SIM B2 Umum 23 tahun

  10. Pagi mas, izin bertanya :
    1. klo kita punya sim B1 umum apakah sim A klo sudah expired tidak perlu diperpanjang?
    2. Tuk kendaraan sedan atau mini bus sim B1 umum bisa berlaku?
    Trima kasih

  11. sya punya sim b2umum.. boleh kah saya mengendarai mobil sekelas honda jazz??

  12. teruss kenapa saya kena tilang yahhh

    • Apa tilangnya dibilang karena tidak punya Sim A? Karena logikanya sebelum memiliki sim B, kita kan harus melewati sim A terlebih dahulu. Saya selalu menunjukan sim B, tdk pernah diminta SIM A.

      Mungkin ditilang karena pelanggaran lain mas Muttaqin

      • Ini aturan yang berlaku:
        Syarat tambahan berdasarkan Pasal 83 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009:

        Permohonan SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan
        Permohonan SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan
        Permohonan SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan

        Jadi mestinya Sim B2 meliputi B1 dan A juga (tidak ada masalah hukum untuk mengemudi kendaraan yg membutuhkan SIM B atau A)

  13. hi semua, bagi kalian yang membutuhkan pekerjaan sebagai supir truk, khusunya 10 roda bisa menghubungi saya di email untuk sementara (andyfnu8@gmail.com)
    ditunggu, terima kasih

  14. Bagi anda yang sudah memiliki.sim boleh hubungi saya untuk kerjaan 🙂
    Thank you

  15. Pak kalau urus sim di jakarta timur bisa gak…apa pak ada kenalan gak biar di permudah…suami saya sim B1 umum hilang dan lupa pak no sim nya apa bisa di bantu biar bisa mengetahui no sim nya pak

  16. Pak tlong infoy ya… Klu memperpanjang sim b2 harus ujian praktek juga ga ya…

    • Sejak tahun 2016, kalau sudah lewat masa berlaku harus buat SIM dari awal, termasuk ujian praktek. Jadi 2 minggu sebelum habis, segera diperpanjang bu Siti, spy tdk ujian praktek lagi.

      Ujian praktek juga berlaku jika peningkatan, misalnya dari B2 ke B2umum. Atau A ke B1 dan B1 ke B2, Seingat saya demikian.
      Jika perpanjang dgn gol yang sama, tdk perlu praktek

Komentar: