Tentang Kami

Tentang Kami

Selumiel dan Sylvia Takaliuang
Selumiel & Sylvia

Selumiel Takaliuang

Nama saya ‘Selumiel Takaliuang’ dan biasa dipanggil  ‘Semmy’. Nama ‘Selumiel’ jarang ada di Indonesia (sejauh pengamatan saya). Nama ini berasal dari bahasa Ibrani (Bilangan 1:6). Ketika mendengar nama ‘Semmy’, banyak orang mengira nama asli saya adalah ‘Samuel’, tetapi yang sebenarnya adalah ‘Selumiel’. Pemilik nama aslinya adalah seorang pemimpin bani Simeon di antara kedua belas suku Israel.

Dari aspek akar kata, nama ‘Selumiel’ tersusun dari kata ‘shelum’ turunan dari kata  ‘shalom’; dan ‘El’ yang berarti ‘Allah’, kemudian ditambah ‘i’ yang bermakna ‘-ku’. Maka ‘selumiel’ berarti ‘Allah damaiku/sejahteraku’. Sejauh ini saya belum pernah bertemu seorang dengan nama yang sama dengan saya di Indonesia (mungkin ada suatu waktu nanti).

Sylvia Irani

Sylvia Irani, asal dari Kota Lumajang, Jawa Timur. Dari kecil sampai SMA besar di Lumajang dan kemudian melanjutkan kuliah sekertaris di UNIBRAW Malang. Sempat bekerja di proyek Verbun Plan (kerja sama dengan Jasa Tirta Malang) dan berjemaat di Gereja Kristen Indonesia, jemaat Bromo Malang. Sylvia aktif menyanyi dan terkadang menjadi MC acara-acara tertentu. Ia juga tergabung dengan paduan suara Gita Getsemani Malang.

Pertama kali saya melihatnya ketika ia sedang bernyanyi solo bersama paduan suara ini di acara Kantata Natal di Stadion Gajayana Malang pada bulan Desember 1999.  Suara dan penghayatannya dalam menyanyikan lagu ‘Kub’ri Kau Yesus‘ sangat menyentuh hati dan tentu telinga saya.

‘Pertemuan’ itu hanya sampai di situ saja, karena saya duduk di antara penonton dan dia berada jauh di atas panggung pentas (saya bisa melihatnya karena bantuan big screen). Kemudian saya tidak pernah bertemu dengannya beberapa lama (dan memang belum pernah bertemu langsung), akhirnya Tuhan mempertemukan kami sewaktu saya melayani sebagai pianist di GKI Bromo Malang pada akhir Mei 2003.

Mulai dari pertemuan itu, kami mulai dekat. Pada bulan Agustus 2003 kami  mulai berpacaran. Dilanjutkan dengan tunangan pada bulan Maret 2004. Kemudian kami menikah di Kota Batu pada 11 September 2004.

Musik

Saya dilahirkan dari keluarga yang berdarah seni, khususnya seni musik. Papi adalah pemain gitar, dapat bermain piano dan akordion, dan menciptakan cukup banyak lagu. Mami tidak bisa main musik, tapi adik-adik laki-lakinya bisa bermain gitar. Saya belajar musik sejak kelas 3 SD dan mulai dengan gitar. Kemudian kelas 5 SD saya kursus piano kurang lebih 3-4 bulan, tapi karena bosan saya berhenti (lebih suka main kelereng). Kelas 6 SD saya sudah mengiringi sekolah minggu dengan gitar kecil saya.

Pada waktu SMP saya mulai belajar drum (otodidak) dan sampai kelas III SMA saya lebih banyak main drum, bahkan waktu kuliah masih juga senang main drum. Pemain drum kesukaan saya adalah Dave Weckl. Saya mengkoleksi album-album dan videonya. Kelas I SMA, saya mulai tertarik main keyboard lagi, sehingga sejak itu saya mulai main keyboard.

Saya aktif bermain dengan tim musik (worship band) dan membuat musik (digital recording), sejak SMA (1990) sampai tahun 2016. Sylvia melayani sebagai soloist & worship leader sejak tahun 2003. Setelah kami menyelesaikan studi theologia di Institut Injil Indonesia pada tahun 2014, kami lebih fokus dalam pelayanan firman dan pelayanan pelepasan.

Sekilas profile mengenai orang tua kami.

Comments are closed.